Sejarah Desa

Sejarah Desa Pandanmulyotidak terlepas dari sejarah masyarakat desa di kabupaten Malang.Desa Pandanmulyo awalnya bernama Pandansari dan dengan berjalannya waktu dirubah lagi menjadi Pandanarum, awalnya terbagi dalam 3 Dusun yaitu Dusun Dawuhan, Dusun Kaligoro dan Dusun Jambu, dengan berkembangnya waktu terpecah menjadi 5 Dusun yaitu Dawuhan, Kaligoro Krajan, Kaligoro Meduran, Jambu Barat dan Jambu Timur.

Dusun Dawuhan adalah daerah yang diapit hamparan sawah dan tegalan, datarannya lebih rendah dibanding 2 Dusun yang lain, jarak dari pusat pemerintahan ±700 m sedangkan bedah kerawangnya (Babat alas) adalah ”Mbah Mojo” yang petilasannya terletak di sebelah utara Dusun Dawuhan atau di kuburan muslim Dusun Dawuhan.

Dusun Kaligoro merupakan tempat pusat berdirinya Kantor Pemerintahan Desa yang bedah kerawang bernama ”Mbah Suko” letak petilasanya di sebelah selatan lapangan bola, ditempat tersebut berdiri bangunan cungkup dan tanaman beringin yang kira – kira ratusan tahun umurnya.Sedangkan Dukuh Jambu terletak ±900 m dari pusat Pemerintahan dan yang bedah kerawang bernama ”Mbah Harjo Winoto” petilasannya terletak di pekuburan umum (kuburan mundu).

Dusun Jambu adalahDaerah yang lebih tinggi dibanding Dusun Dawuhan dan Dusun Kaligoro diapit sawah dan tegalan, Daerahnya sangat subur makmurgemah ripah lohjinawe.Jarak dengan Pemerintahan Desa kurang lebih 900 Meter.Bedah kerawang Dusun tersebut Mbah Harjo Winoto, yang letak Petilasannya ditempat Pemakaman Umum (Kuburan Mundu) Barat Laut Dukuh Jambu.

Dengan berjalannya waktu nama Desa Pandansari dirubah menjadi Desa Pandanarum yang tidak diketahui pasti tanggal, bulan dan tahun berapa, setelah itu dari pertemuan tokoh masyarakat dirubah lagi menjadi Desa Pandanmulyo yang artinya Desa yang mendatangkan ketentraman, kebahagiaan, keharmonisan, kemulyaan yang selalu mendapatkan berkah,ridho dan lindungan dari Allah Swt.